VAP, Sudah Dua Kali Diperiksa Saksi Oleh Kejati, Tersangka Akan Beberkan Semua di Pengadilan



Bagikan Berita ini!

Photo Bupati Minut Vonny Aneke Panambunan dengan Waki Ketua BPK RI

LIDIK.NET – MANADO – Tersangka Kasus Korupsi Pemecah Ombak likupang Timur kabupaten Minahasa Utara akan menyanyikan lagu indonesia raya saat di pengadilan nanti.

Menurut sumber yang meminta namanya tak di publish karena alasan keamanan mengatakan bahwa Oknum R yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kejati Sulut akan membeberkan secara tranparan misteri yang selama ini pada kasus korupsi Proyek Pemecah Ombak Likupang timur Minahasa Utara. ” ya saudara saya akan buka semuanya di pengadilan, pasalnya ia tidak menyangka jika dirinya akan merayakan natal di dalam penjara seperti ini, ” saya ini bisa dibilang sangat bodoh sebab sewaktu saya dipanggil oleh oknum petinggi di minut itu saya langsung datang dari jakarta dengan harapan pasti akan mendapatkan proyek, setibanya di minahasa utara saya langsung di hadapkan ke beliau dan terjadilah perbincangan untuk menandatangani kontrak kerja pada proyek tersebut. Setelah saya tanda tangani barulah dijelaskan bahwa proyek itu sudah dikerjakan oleh seseorang dan sudah hampir selesai, mendengar akan hal itu saya merasa kaget dan kembali bertanya bahwa apakah saya ini aman, iya kamu aman temang saja, karena merasa yang menjamin adalah orang besar maka saya siap dan ia ia saja,  pada saat itu saya di berikan uang 300 juta rupiah kareana sudah bersedia menandatangani kontrak tersebut. Tukas sumber menyampaiak apa yang dijelaskan oknum tersangka R

Sumber juga menambahkan bahwa kami selaku keluarganya akan mengawal ketat proses ini karena diluar sana bertebaran informasi bahwa ada upaya upaya yang akan di lakukan oleh para oknum untuk memutuskan mata rantai dengan mencoba mengancam bahkan tak segan segan akan melukai objek yang dianggap berbahaya pada kasus korupsi ini.

Baca juga:   VAP kebal Hukum, Bau amis di KEJATI SULUT, LMI akan Turunkan 42 Ribu Orang

Kami berharap pihak kejaksaan dapat menjamin akan keamanan dari keluarga kami agar kasus ini dapat terbongkar secara terang benderang. Ingat kerugianya 8,8 Milyar tentu kami selaku keluarga tidak percaya jika uang itu di korupsi oleh oknum R yang sekrang menjadi tersangka. Imbuhnya.

Ujarnya lagi. Kita liat saja nanti di pengadilan pasti semua akan terbuka siapa sebenarnya yang paling bersalah, siapa yang hanya karena menanggung dosa daripada oknun oknum yang memiliki power karena kekuasaan. Tegasnya.

Untuk diketahui pihak KEJAKSAAN Tinggi Sulut kembali memeriksa Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan (VAP). Pada rabu 21 Desember 2017.

VAP diperiksa sebagai saksi terkait perannya pada kasus tindak pidana korupsi proyek Pemecah Ombak/penimbunan pantai di desa Likupang Minahasa Utara yang merugikan negara Rp 8,8 miliar.

“Pada pemeriksaan itu Bupati Minut masih sebagai saksi terkait perkara tindak pidana korupsi penyimpangan proyek Pemecah Ombak/penimbunan pantai di desa Likupang Minahasa Utara,”

Pemeriksaan terhadap Vonny Panambunan itu dimulai kira kira pukul 9 pagi dan berakhir pada jam 14.30 wita.

Dari sumber media ini, diperoleh informasi sejak pagi hingga siang hari VAP yang juga pernah menjadi terpidana kasus korupsi bebeapa tahun lalu itu, diperiksa untuk kedua kalinya.

Menurut sumber, VAP diperiksa pihak Kejati Sulut sejak pukul 09.00 Wita – 14.30 Wita. VAP hadir di Kejati Sulut dengan di dampingi beberapa stafnya. Sebelumnya VAP pernah diperiksa Kejati Sulut dan pigak Kejaksaan Agung beberapa bulan lalu.

Bupati yang pernah menikmati sel dingin KPK-RI (Komisi Pemberantasan Korupsi RI) beberapa tahun lalu ini, kini kembali tersandung kasus dugaan tundak pidana korupsi. “Sore tadi VAP diperiksa terkait peran yang sangat sentral dalam pengambilan keputusan proyek berbandrol Rp 15 miliar yang merugikan negara Rp 8,8 miliar,” ungkap sumber malam tadi.

Baca juga:   Kejagung : La Nyala Akan Pulang, Tapi Belum Tahu Kapan

Kejati Sulut pada November lalu telah menetapkan 3 tersangka, yakni SHS, RT dan RM. Peran ketiganya pada proyek berbandrol Rp 15 miliar ini masing-masing yakni, SHS sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan RT yang saat ini menjabat Kadis Kesehatan Minut dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD) Kabupaten Minahasa Utara, yang saat proyek ini mulai di kerjakan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Selanjutnya RM sendiri selaku Direktur PT. Manguni Makasiouw Minahasa, berperan sebagai perusahaan pelaksana pekerjaan proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Terhadap ketiga tersangka, Kejati Sulut menerapkan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Kasus ini mulai bergulir saat LSM MJKS (Masyarakat Jaring Koruptor Sulut) pada September 2016 melaporkan dugaan korupsi pada proyek pemecah ombak yang di bangun di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Dimana seharusnya, sesuai Perpres Nomor 4 Tahun 2015, proyek senilai Rp 15 miliar ini melalui proses lelang, namun BPBD Kabupaten Minahasa Utara justru hanya melakukan penunjukan langsung.

Publik menilai, peran ke 2 tersangka sangat kecil dalam penentuan penunjukan perusahaan pelaksana proyek.

Mencuat juga informasi adanya peran salah seorang oknum aparat penegak hukum yang pernah bertugas di Sulut. Oknum ini diketahui memiliki hubungan kedekatan khusus dengan VAP.

Sebelumnya atas kasus ini Sempat mencuat bahwa ada peran 2 orang kurir pembawa beberapa lembar cek senilai total Rp 9 miliar yang diambil dari RM untuk dicairkan di sebuah bank BUMN. Beberapa lembar cek ini diteruskan ke beberapa pihak untuk membayar hutang aktor intelektual di belakang kasus ini. Salah satu kurir di duga kuat masih kerabat dekat aktor intelektualnya. (Didi/ parindo)

Baca juga:   3 Kali Mangkir, Hakim Tipikor Perintahkan Jaksa Hadirkan Kombes Rio Permana Bagaimanapun Caranya