Warga Minut Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Pemecah Ombak & Segera Tangkap Bupati Minut

Bagikan Berita ini!

LIDIK. NET – MANADO – Salah satu tokoh masyarakat likupang, minut, Surya mengutarakan pendangannya terhadap kondisi Kabupaten Minahasa Utara yang merupakan negeri yang kaya dengan potensi buminya yang cukup besar ini, dimana kehidupan masyarakatnya yang sebelumnya aman damai jauh dari berbagai konflik moral, serta kearifan lokalnya sekarang semuanya berubah drastis setelah dipimpin Bupatinya yang saat ini diduga kuat terlibat skandal korupsi proyek pemecah ombak di desa likupang dua kecamatan likupang timur kabupaten minahasa utara yang saat ini di tangani oleh kejaksaan tinggi sulut.

“kondisi Seperti ini sangat memprihatinkan masyarakat minut dalam menciptakan keharmonisan sosial masyarakatnya demi kemajuan minahasa utara dalam berbagai hal,” surya salah satu tokih masyarakat minut.

Di lanjutkan Surya, yang kita rasakan sebagai masyarakat Kabupaten Minahasa Utara hari ini tak ubahnya seperti kehidupan di zaman penjajahan semuanya serba terkekang dan tertekan oleh sifat arogansi kepemimpinan yang otoriter dan sedikit sedikit marah atau ngamuk.

Berbagai ruang kehidupan yang seharusnya bisa dinikmati masyarakatnya dalam mengisi berbagai peluang hajat hidup warga Minut, sama sekali tak terbuka bahkan seperti terkunci mati, “ini sangat memprihatinkan”.

“Saya harap semoga saja
komisi anti rasuah saat ini mengarahkan radarnya di minahasa utara dan mengambil alih proses penyidikan kasus korupsi pemecah ombak yang ditangani kejaksaan tinggi sulut yang terkesan lambat dan diduga ada upaya upaya untuk menghilangkan nama bupati darinousaran kasus korupsi yang terjadi sebagai sebuah pembuka jalan untuk menghentikan kesombongan pemimpin ” Bupati” negeri ini,” Jelasnya.

Surya juga menggambarkan sikap masyarakat selama ini sangat jenuh dan muak dengan ketidak mampuan Bupati yang kita maksud pemimpin tadi dalam berbagai hal,
“kini harapan masyarakat bergantung penuh kepada KPK, sebagai solusi untuk menjawab teriakan rakyat kabupaten minahasa utara, terangnya.

Baca juga:   Korupsi Pemecah Ombak, Curiga Ada Jaksa Nakal, 2000 Personil LMI Akan Demo Kejati Sulut

Demi kepentingan masyarakat secara umum, Surya meminta sebaiknya KPK tidak perlu lagi mengulur-ulur waktu dalam melakukan investigasi terhadap buati minut ini, karena KPK sudah mantap dan matang dalam memerangi korupsi di negeri ini.
“Tidak ada jalan lain, satu-satunya jalan yang bisa segera menyelamatkan kondisi masyarakat Kabupaten Minut dari berbagai hal yang tidak baik untuk kedepannya, maka KPK kita minta segeralah mengambil alih proses hukum kasus korupsi pemecah ombak berbandrol 15 M tersebut dari kejaksaan Tinggi Sulut dan secepatnya memberikan status tersangka pada Bupati Minut.

Agar sistim pemerintahan yang angkuh serta tak memberikan nilai kenyamanan sedikitpun terhadap kehidupan masyarakatnya kita harapkan secepatnya berakhir dan tidak berlanjud lagi.

Kita tetap memberikan apresiasi kepada Kejati sulut kata Surya, atas prestasinya menemukan objek adanya perbuatan melawan hukum atau terjadi tindak pidana korupai ada proyek pemecah ombak di minahasa utara.

pastinya kita yakin Kejati Sukut sudah cukup mengantongi alat bukti yang kuat, makanya sikap keras penyidik kejati dengan menetapkan empatborang tersangka dan tiga diantaranya sudah diputus oleh majelis hakim merupakan aba-aba untuk keputusan selanjutnya untuk tersangka lain.

Semoga dengan diambil alih oleh KPK keptusan atau hasil penyelidikan dan penyidikannya nanti sesuai yang diharapkan rakyat, yakni tersangkakan, dan tangkap itu Bupati Bupati minut, agar kegundahan masyarakat dari berbagai komponen yang selama ini merasa tertekan dengan sikap otoriter pemimpinnya terselesaikan sudah.

“Tolong pak KPK cepat tangkap Bupati kami, tapi kalau memang dia tidak bersalah tolong segera SP3 kan kasus itu,” Pungkasnya. ( Iin)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3079 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini