AK : Saya Tanda Tangan Kwitansi Di Rumah Ko sani, Kapolda, Wakapolda, Irwasda Masing2 5 Ha Pakai Nama Stenli Wuisan

AK : Saya Tanda Tangan Kwitansi Di Rumah Ko sani, Kapolda, Wakapolda, Irwasda Masing2 5 Ha Pakai Nama Stenli Wuisan
Spread the love

Kotamobagu – LIDIK.NET – Sidang pra peradilan atas nama pemohon adrian kobandahu di pengadilan negri kota kotamobagu semakin memanas setelah ada disebutnya nama-nama pejabat utama Polda Sulut,dalam hal ini saksi dari pra peradilan secara tegas memberikan kesaksian tentang kronolois stenly wuisang yg meminta bagian dan menyebut nama Para pejabat utama polda sulut.

Menurut kesaksian pemohon, Adrian Kobandaha memberikan tanah kepada Stenly Wuisang untuk membiayai perkaranya pada akhir tahun 2018 lalu di Polda Sulut kepada terlapor Welly Lewan dan Agusri Lewan yang sudah diputus oleh Pengadilan (Pengadilan Negeri Kotamobagu).

Lokasi Tanah terletak didaerah tambang emas Potolo Desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Provinsi Sulut.

Sidang Pra Peradilan berlangsung sore hari sekira pukul 14.30 Wita diruang Sidang Pengadilan Negeri Kotamobagu. yang di pimpin oleh Hakim Imanuel C. Rommel Danes, SH bersama Panitera Djunaidy Kandow,dan Tampak hadir pula Tim Kuasa Hukum Kapolda Sulut AKBP Robert Karepowan SH, MH dan dua anggota kepolisian Polda Sulut.

AKBP Robert Karepowan SH dalam sidang, tidak menanggapi soal  keterangan saksi Very soal bagi-bagi tanah kepada para pejabat Polda Sulut yang dicatut oleh Stenly Wuisang.

Kapolda Sulut melalui kuasa hukumnya hanya menanyakan kepada saksi dari pemohon Adrian Kobandaha jika mengetahui soal penjualan tanah seluas 5 hektar oleh Adrian Kobandaha kepada Stenly Wuisang, namun dijawab tidak tahu oleh dua saksi dari pemohon Adrian Kobandaha.

Selesai persidangan Adrian Kobandaha menyatakan, isi Pra Peradilan adalah menunjukan bukti kwitansi penjualan tanah yang dia tandatangani dirumah milik Sunny Widjoyo di Kelurahan Tumobui pada hari Jumat tanggal 26 Oktober 2018 pukul 19.00 WIta.

Baca juga:   Terkait Dugaan Pencurian di Kerajaan, Polda Sulsel Boyong Mahkota Kerajaan ke Mabes Polri

adrian kobandaha menyampaikan bahwa  “mengenai kwitansi jual/beli saya tidak menerima uang sepeserpun,saya menandatangani kwitansi hanya untuk bukti transaksi terhadap pemerintah desa”.ungkapnya

Lanjutnya,”untuk membiaya perkara saya di Polda Sulut, maka saya menandatangani 7 kwitansi seluas 43 hektar masing-masing untuk Wengly Lamora 5 hektar,
Sunny WIdjoyo sebanyak 5 hektar dan 5 hektar lagi untuk Gloria Lamora.

untuk memuluskan perkara saya pada waktu itu atas permintaan stenly wuisang ada pula nama Pejabat Utama polda sulut yg harus dibagikan ialah Kapolda Sulut 5 hektar, Waka Polda Sulut 5 hektar,
Irwasda 5 hektar dan 3 hektar untuk Stenly.Nama dalam 4 Kwitansi penjualan tanah itu semuanya dipegang dan atas nama Stenly Wuisang dan semua saya tandatangani dirumah Sunny Widjoyo pada tanggal 26 Oktober 2018,” ungkap adrian. #mess

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini