Hasil Audit BPKP Diduga Voni Panambunan Korupsi 8,3 Milyar Roza 100 Juta

Hasil Audit BPKP Diduga Voni Panambunan Korupsi 8,3 Milyar Roza 100 Juta
Spread the love

Manado – LIDIK.NET – Kasus Korupsi yang di kenal dengan korupsi paka paka ombak likupang minahasa utara kembali memanas, kejati sulut telah mengirim surat penetapan tersangka terhadap Bupati Voni Panambunan Kombes Pol Rio Permana, Aye Panambunan dan Steven Kolay kadis Pekerjaan umum minahasa utara.

Sebelumnya kejati sudah menahan beberapa orang seperti roby maukar pemilik perusaan yang di pinjam oleh Bupati VONI PANAMBUNAN dan Kombes Pol. Rio Permana,  dan Roza Tidajoh selaku kepala BPNP kab Minut.

Dalam proses persidangan secara tegas Riza Tidajoh mengungkap bahwa Ia pernah di minta mengantarkan uang senikai 1 milyar ke rumah Bupati di kleak Kampus manado uang tersebut di bungkusnya dengan kardus.

Beberapa kali Bupati Minahasa Utara Voni Panambunan di panggil jaksa untuk di konfrontir dengan Kepala BPNP minut Roza tidajoh terkait keterangannya di depan majelis hakim, Bupati Voni Panambunan selalu saja mangkir dari panggilan jaksa. Seakan dia tidak menghormati institusi kejaksaan karena kala itu ia loncat dari ketua Gerindra Sulut masuk menjadi Kader Partai besutan Surya paloh.

Meskipun berukang kali dipanggil resmi oleh penyidik, Voni panambunan tetap saja mangkir, sehingga menimbulkan spekulasi negatif bahwa ia tidak gentar karena KAJAGUNG HM PRASETYIO  adalah Mantan kader Nasdem Yang Loyalitasnya masih sangat kental terhadap partai yang dipimpin oleh Suryah Paloh itu .

Menariknya Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut tercantun bahwa  VONIE ANNEKE PANAMBUNAN Selaku Bupati Minahasa Utara menerima uang hasil korupsi.

JUNJUNGAN TAMBUNAN,  selaku Direktur tanggap darurat bencana Badan nasional Penanggulanagan bencana Republik indonesia (BNPB RI), juga menerima uang.

Juga dalam surat dakwaan jaksa itu tercantum peran masing masing mereka antara lain,

Baca juga:   Sudah Ganti Kerugian Negara, Om Arie Minta Polda Tangguhkan Grety Tielman

KOMBES POL RIO PERMANA yang bertindak melaksanakan pekerjaan dilapangan,  secara melawan hukum yakni terdakwa ROBY maukar sebagai DIREKTUR PT MANGUNI MAKASIOW Minahasa tidak melaksanakan pekerjaan pembuatan tanggul penahan agau pemecah ombak desa likupang dua ada badan penanggulangan bencana daerah kabupaten minut tahun anggaran 2016 dan mengajukan serta menerima dana pembayaran kegiatan proyek yang terdakwa tidak kerjakan sendiri dan tidak sesuai dengan pekerjaan sebenarnya sebagaimana ditentunkan dalam peraturan kepala BNPB no 6A Tahun 2011 dan peraturan presiden nomor 54 tahun 2010, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan atau orang lain atai suatu korporasi,  yaitu terdakwa ROBY MAUKAR mendaparkan sebesar Rp.  348.000.000, ROZA TIDAJOH sebesar Rp.  100.000.000  dan VONI ANNEKE PANAMBUNAN sebesar Rp. 8.365.015.856,06 ( delapan milyar delapan ratus tiga puluh enam juta lima belas ribuh delapan ratus lima puluh enam rupiah)  sebagaimaan yang tercantum  dalam laporan hasil audit dalam rangka penghitungan  kerugian negara  BPKP perwakilan Sulawesi utara atas dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemecah atau pengaman pantai desa likupang dua kec likupang timur kabupaten Minahasa Utara.

Terpisah salah satu sumber di gedung bundar mengatakan bahwa ” Bapak kajagung yang baru ini tidsk akan oernah mau menahan nahan kasus korupsi, apa yang sudah di ekspouse kemarin, pasti semua perintahya di tindak lanjuti saya yakin itu, intinya surat permohonan tersangka baru pada proyek penahan ombak likupang minahasa utara sudah di respon” sependapat ”  semua akan di kembalikan ke Satuan kerja yang  menangani perkara tersebut. Terang sumber resmi.

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini