Kapolda Lumowa Janji Akan Carikan Solusi Bagi Penambang emasTradisional

Kapolda Lumowa Janji Akan Carikan Solusi Bagi Penambang emasTradisional
Spread the love

KOTAMOBAGU – LIDIK.NET – Irjen Pol Royke Lumowa selaku Kapolda sulut menggantikan Irjen Pol Sigit membuktikan ucapannya untuk menutup aktifitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang ada di puncak Potolo, Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Bersama sejumlah jajaran Polda Sulut dengan di dampingi Bupati Bolaang Mongondow, Yasti S Mokoagow dan Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara. Royke mendatangi lokasi PETI yang sudah di police line beberapa hari lalu. Dari penuturanya di restaurant D Talaga, masih ada aktifitas di lokasi yang mengunakan alat berat tersebut.

Pihaknyapun sudah menyiapkan dua cara dalam menanggani permasalahan PETI di Bolaang Mongondow terlebih khusus yang ada di Potolo, Desa Tanoyan Selatan. Dari penyampaiannya Jenderal bintang dua itu Nampak tidak memberikan toleransi bagi pelaku PETI yang mengunakan  alat berat eksavator.

“ Perlu dinperhatikan bahwa Kita sudah siapkan dua cara penegakan hokum tambang illegal. Untuk yang mengunakan alat berat itu harga mati ditindak tegas, yang pemodal besar tidak ada alasan tidak ada perlindungan bagi mereka. Karena mereka yang sudah merusak lingkungan pertama dan paling besar selama 4 tahun ini. Maka saya sampaikan yang ada di Potolo ujung tadi semua tidak boleh beroperasi. Di police line, saya fikir gampang menindak mereka, cegat dipasar, droping airnya di stop, dan bahan makanan di stop. Sekarang matahari hanya satu, Kapolda tidak berat sebelah dan tidak memihak pada yang illegal, ini bukan hanya omongan saya tapi kenyataan,”Tegasnya.

Adapun penambang tradisional yang mengunakan tromol, Lumowa mengakui akan melakukan pendekatan dan mencarikan solusi terbaik sehingga aktifitasnya resmi “Untuk tradisional akan dilakukan sosialisasi, pendekatan dan kami bantu agar aktifitasnya legal. Tadi juga kami sudah melakukan sosialisasi dan masyarakat mulai paham dan menerima, bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah. Kita akan carikan solusi supaya penambang tradisional ini bisa memilik tempat sendiri, seperti Wilayah Pertambangan Rakyat, biar kerjanya aman tidak main kucing kucingan dengan aparat,”Kata Lumowa.

Baca juga:   Waoww Yani Tuuk Utus Sespri Ketemu Eka Di Malendeng, Ulfa Maju Kena Mundurpun Kena

Perlu diketahui, kunjungan Kapolda Selasa 17/3 siang sempat diwarnai aksi penghadangan oleh ratusan warga yang ada di Desa Tanoyan Bersatu. Penghadangan tersebut diketahui warga ingin melakukan dialog langsung dengan Kapolda terkait adanya informasi penutupan tambang illegal tersebut.

masyarakat penambang sangat menghrapkan solusi dari pak kapolda Irjen Pol Royke Lumowa untuk dan agar mereka bisa menambang. ( red )

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini