Kapolda Perintahkan Tutup Tambang PETI Sebolmong Itu Ilegal

Kapolda Perintahkan Tutup Tambang PETI Sebolmong Itu Ilegal
Spread the love

KOTAMOBAGU – LIDIK.NET – Pada saat kunjungan ke Polres Kota kotamobagu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Royke Lumowa MM, dengan tegas mengatakan seluruh Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang ada di dataran Sulut harus ditutup, tanpa terkecuali.

penegasan Kapolda Sulut ini di sampaikan usai melakukan pertemuan dengan Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati, di D’Talaga Resto, Kotamobagu, Kamis (12/3/2020), siang.

Penutupan PETI di Sulut ini dilakukan, karena merupakan tindakan pencurian kekayaan alam  dengan cara – cara illegal.

“Jadi dia merusak lingkungan dan juga melanggar Undang – Undang  (UU) Minerba Nomor 4 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman 10 tahu,” tegas Jendral 2 Bintang ini.

Mantan Kapolda Maluku dan Kakorlantas Polri itu menuturkan, mereka ini juga melanggar UU Lingkungan Hidup, UU Kehutanan, mungkin juga fase – fase Sumber Daya Alam (SDA), atau pun bisa juga Konservasi SDA dan masih banyak lagi, dan itu sangat merugikan daerah Sulut,” tegas Kapolda.

Lanjut Lumowa menjelaskan,  bayangkan daerah Sulut ini suatu daratan yang tidak begitu besar, dan jika itu dilakukan terus menerus, pengerukan pertambangan hingga 150 tahun kedepan, maka tentu akan sangat berdampak negatif buat daerah Sulut kita yang cintai ini.

“Terlebih daratan ini dikuras  oleh oknum–oknum untuk mengambil keutungan kita hanya jadi penonton di daerah kita sendiri, sehingga rakyat kecil tertipu dan terbohongi terus menerus dan terjebak,” beber Kapolda.

Saya pun intruksikan semua jajaran yang ada di daerah harus ditutup semua tambang Peti Ilegal yang ada, termaksut alat berat yang beroprasi harus dihentikan dan bos yang punya alat berat harus ditangkan dan diproses hukum.

Baca juga:   LMI Geruduk Kejati Sulut Tuntut Ungkap Aktor Intelektual Kasus Korupsi Pemecah Ombak Likupang

“Untuk pertambangan tradisional yang ada di Kotamobagu dan Bolmong Raya seperti Potolo dan Tanoyan,  saya beri waktu satu bulan, karena saat ini masih akan dilakukan sosialisasi secara bertahap,” tegas Kapolda kepada awak media di Kotamobagu.

Kapolda menambahkan, untuk anggota yang terlibat dan melindungi dan mengawal tambang Peti, saya akan tindak tegas.

mencermati arahan kapolda tersebut yang di berikan waktu adalah tambang tradisional yang tanpa menggunakan alat berat eksavator, bukan para penambang yang semi modern dan menggunakan eksavator seperti di potolo dan Motongkad, Lanud (**)

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini