Kapolri Jenderal Tito Karnavian Minta Maaf Pada Warga Meranti. Janji Tidak Akan Lindungi Anak Buah Yang Salah

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Minta Maaf Pada Warga Meranti. Janji Tidak Akan Lindungi Anak Buah Yang Salah
Spread the love

images (8)
LIDIK.NET – Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta maaf kepada warga terkait pertikaian antara aparat dan masyarakat di Kab. Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kapolri juga menegaskan bahwa oknum anggotanya yang bersalah tidak perlu dilindungi.
“Saya secara pribadi minta maaf kepada Warga Riau dan juga warga Meranti. Saya sampaikan kepada Kapolda Riau anggota yang salah tak perlu dilindungi, kita ingin lakukan reformasi di kepolisian,” katanya saat temu ramah di kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (29/8/16) malam.
Pertikaian di Meranti berawal dari meninggalnya Apri Adi Pratama atau Adi, tersangka pembunuh Brigadir Adil S Tambunan yang tewas setelah ditangkap aparat, Kamis dini hari (24/8). Bahkan, peristiwa ini kemudian berujung pada meninggalnya Isnadi diduga akibat kepalanya tertembak saat aksi warga melakukan demo ke Mapolres Meranti.
Pada kesempatan itu, Kapolri mengaku menyesalkan peristiwa tersebut dan berupaya memulihkan kondisi kemanan. “Maka saya secepatnya minta¬†Kapolda setelah situasi tenang segera melakukan langkah penegakan hukum, termasuk kepada anggota kalau salah. Asisten operasi dan Kadit Propam, dua bintang dua turun untuk memantau terus,” ungkapnya.
Dikatakannya, penegakan hukum akan dilakukan tidak hanya internal, tapi bisa juga pidana ke pengadilan umum. Saat ini, kata dia, sudah ada tiga anggota yang ditahan. Sedangkan evaluasi telah dilakukan dengan mengganti Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Kepulauan Meranti dan beberapa jabatan dilakukan penyegaran.
Kapolri menegaskan tidak akan mentolerir anggota yang bersalah karena Polri merupakan institusi besar. Polri, sambung dia, tidak akan mungkin mengorbankan nama baik dan 430 ribu personel hanya untuk melindungi segelintir anggota yang bersalah.
“Kita lakukan tindakan tegas dalam rangka pembelajaran bagi yang lain kalau mereka ditemukan bersalah. Bahkan tak tanggung-tanggung karena ada kematian, sanksi pidana juga kita terapkan,” ucapnya.
Hal tersebut, lanjut Kapolri, merupakan komitmen lembaganya agar Polri lebih baik di mata masyarakat. Karena kepolisian sedang melakukan reformasi, salah satunya yakni reformasi kultur, yakni reformasi budaya koruptif, arogansi kekuasaan dan kewenangan, dan penggunaan kekuasaan berlebihan. [src/rimanews/lensaberita.net]

 

Baca juga:   Pos Polisi Lalulintas Ditembaki Teroris

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini