Kejagung Tahan 4 Tersangka Dana Banjir Kota Manado, Vicky Lumentut Saksi ?

Kejagung Tahan 4 Tersangka Dana Banjir Kota Manado, Vicky Lumentut Saksi ?
Spread the love

Jakarta – LIDIK.NET – Penyidik Korupsi gedung bundar Kejaksaan akhirnya menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah banjir Kota Manado tahun 2014, Senin (06/01/2020) malam.

Menurut  sunber resmi di kantor kejaksaan agung Jakarta, Ke empat tersangka tersebut yakni FDS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan NJT selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pemkot Manado dan dua dari swasta yaitu YSR dan AYH .

Para tersangka sebelumnya saat keluar Gedung Pidana Khusus Kejaksaan Agung sekitar pukul 18.57 WIB tidak banyak berkomentar saat ditanya wartawan dengan langsung memasuki mobil tahanan.

Sebelumnya kasus dugaan korupsi dana banjir di kota manado ini sempat di demo oleh penggiat anti korupsi beberaa kali, diduga kuat oknun oknum yang terlibat dalam kasus korupsi itu berlindung di balik kekuatan besar

Kini keempat tersangka itu sudah di lakukan penahanan oleh penyidik.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Adi Toegarisman kepada wartawan di Gedung Pidsus, Kejagung, Jakarta, Senin (6/1/2020) mengatakan para tersangka ditahan selama 20 hari terhitung mulai hari 6 Januari 2020

Togarisman sekaku Jampidsus menyebutkan dari empat tersangka salah salah satunya perempuan yaitu YSR ditahan di Rutan Khusus Perempuan, Pondok Bambu, Jakarta Timur sementara tiga tersangka lain ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung,” tutur mantan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ini.

Jampidsus Adi Toegarisman menjelaskan bahwa sejauh ini status Walikota Manado  Good bles Vicky Lumentut atau GSVL  masih sebagai saksi ” Tapi nanti kita lihat saja bagaimana perkembangannya  (dalam sidang).  Kan yang bersangkutan sudah pernah diperiksa sebagai saksi,” ucap Adi saat ditanya wartawan soal kemungkinan Vicky Lumentut bisa jadi tersangka atau tidak.

Baca juga:   Panglima TNI Beri Penghargaan 153 Anggotanya, Brimob Polri ?

Kasus korupsi  dana hibah banjir kota Manado tahun 2014 yang disidik Kejagung berawal ketika Pemkot Manado mendapat bantuan dana hibah dari Pemerintah Pusat sekitar Rp 200 miliar.

Dana bantuan tersebut, kata JAM Pidsus, kemudian masuk dalam anggaran Pemkot Manado tahun 2015 yang digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman yang rusak.

Disebutkan Adi bahwa dari dana hibah banjir sebesar Rp 200 miliar ada Rp 14 miliar untuk dana pendampingan konsultan manajemen untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pemukiman.

Dalam kontrak dengan pihak manajemen konsultan, terdapat sekitar 2.000 rumah yang direhabilitasi dan direkonstruksi. Namun realisasinya hanya 1.000 rumah yang diperbaiki.

“Jadi ada yang fiktif sehingga kerugian negaranya Rp6 miliar. Bukan jumlahnya tapi dalam rangka untuk bantuan bencana banjir itu yang diselewengkan,” kata Adi.

Sebelumnya Walikota Manado Good bless Vicky Lumentut pernah mangkir di panggil penyidik korupsi kejaksaan Agung dengan alasan sakit. Namun tak lama kemudian twrsiar kabar bahwa walikota manado yang merupakan ketua partai Demokrat Sulawesi Utara itu loncat pagar dan berlabuh di partai NASDEM meninggalkan jabatannya sebagai ketua partai Demokrat Sulawesi Utara. ( redz)

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini