Majelis Hakim Putus Terdakwa Junjungan Selama 18 Bulan Penjara

Majelis Hakim Putus Terdakwa Junjungan Selama 18 Bulan Penjara
Spread the love

Terdakwa saat mendengar putusan

Lidik.Net Manado – Sidang perkara kasus tindak pidana korupsi pemecah ombak di Desa Likupang Dua Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dengan berkas terdakwa JT alias Tambunan, akhirnya selesai di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Selasa (30/10) sore tadi.

Dalam agenda sidang putusan tersebut, Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar, telah menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 18 bulan kepada terdakwa Tambunan serta denda Rp50 juta dan apabila tidak membayar denda tersebut maka diganti dengan kurungan penjara selama satu bulan.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 1 tahun 6 bulan, serta denda sebesar 50 juta. Dan apabila tidak membayar denda tersebut maka diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan,” ujar Banar didepan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bobby Ruswin dkk, serta Penasehat Hukum (PH) Terdakwa.

Sementara itu, terkait dengan putusan tersebut, PH terdakwa yakni Bob Hasan ketika diwawancarai mengatakan berterima kasih kepada majelis hakim atas keputusan yang cukup jauh. Tetapi yang paling penting kliennya tidak bisa dipersalahkan apalagi diminta pertanggung jawaban pidananya.

“Kami akan upayakan langkah banding, karena kami lebih konsen kepada pembebasan klien kami. Kalau JPU lakukan banding berarti kami terbanding. Tetapi kami juga banding baik terhadap tuntutan maupun terhadap putusan,” jelasnya.

Perlu diketahui, pada persidangan sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 6 tahun, denda 50 juta subsidaer 3 bulan, dan juga terdakwa harus membayar uang pengganti sebesar 1 miliar dan terdakwa tidak membayar uang pengganti selama 1 bulan. (Iin)

Baca juga:   Sangkoy dan Legi di Percayakan Ketua dan Sekretaris Panitia Hari Autis dan Berkebutuhan Khusus Kota Manado.

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini