Mampukah Jebolan terbaik BHARADAKSA “91” Tuntaskan Kasus NOVEL BASWEDAN ?

Mampukah Jebolan terbaik BHARADAKSA “91” Tuntaskan Kasus NOVEL BASWEDAN ?
Spread the love

Jakarta – LIDIK.NET – Kekosongan jabatan Kabareskrim akhirnya terjawab sudah, rupanya jabatan kabareskrim ini harus di jabat oleh jenderal polisi yang memiliki spesifikasi kusus baik secara ilmu maupun tradrecornya,mantan ajudan jokowi irjen pol listyo sigit prabowo akhirnya di beri kepercayaan itu.

Selain membantu program pembangunan nasional dan menstabilkan harga pasar dan mencegah terjadinya korupsi di segala sektor, Tugas berat kabareskrim pengganti jendral polisi idam azis yang telah di percayakan jadi kapolri salah satu adalah menuntaskan kasus pelaku penyiraman penyidik kpk novel baswedan.

Kami mengharapkan kasus bang novel segera terungkap agar benar benar hukum itu tidak memihak dan tegak setegak tegaknya Karena sampai hari ini Desember pekan pertama, sesuai janji Pak Presiden Jokowi kasus ini seharusnya selesai. Namun sampai hari ini tidak selesai juga. Makanya kami berharap Kabareskrim baru, Pak Listyo, itu mampu mengungkap kasus ini,” sambung Yudi.

WP KPK sekaligus berharap Presiden Jokowi dapat menentukan batas waktu yang spesifik dalam pengungkapan kasus Novel.

Mengingat pengungkapan kasus ini terkesan berlarut-larut.

Di sisi lain, pengungkapan kasus ini akan memberikan kepastian hukum bagi Novel selaku korban

“Jangan sampai nantinya sampai tutup tahun, kasus Bang Novel tidak terselesaikan. Kami harapkan Kabareskrim bisa mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku dan aktor intelektualnya,” ujar Yudi.

“Kami mengharapkan ini tahun terakhir. Kalau dibiarkan Januari (2020) itu kasus sudah menyentuh 1.000 hari sejak 11 April 2017,” lanjut dia.

Diberitakan, Presiden Jokowi sebelumnya memberi tenggat waktu sampai awal Desember 2019 bagi Kapolri Jenderal Idham Azis mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel.

Hal itu disampaikan Jokowi usai melantik Idham sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/10/2019).

Baca juga:   Tito Akui Kesulitan Basmi Teroris, Ketua Pansus : Mundur Saja Kalau Tak Sanggup Jadi Kapolri

“Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember,” kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat sore.

Jokowi juga sebelumnya sempat memberi target ke Kapolri terdahulu, Tito Karnavian, untuk mengungkap kasus Novel dalam tiga bulan.

Target itu diberikan Jokowi pada 19 Juli, setelah tim gabungan pencari fakta yang dibentuk Tito gagal mengungkap kasus tersebut.

Namun, hingga tenggat waktu yang diberikan berakhir, kasus Novel belum juga terungkap.

Ini yang harus di tuntaskan oleh kabareskrim yang baru irjen pol Listyo Sigit Prabowo, beliau harus berani mengungkap karena ini perintah presiden, apalagi beliau ini ajudan kesayangan pak jokowi.

Jokowi justru mengangkat Tito Karnavian menjadi menteri dalam negeri.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu.

Saat itu, Novel baru saja menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat penyiraman air keras ini, kedua mata Novel terluka parah.

Novel pun masih terus menjalani perawatan matanya hingga saat ini.

Di sisi lain, ia bersama elemen masyarakat sipil terus menanti pengungkapan kasus penyiraman air kerasnya yang tak kunjung menemui titik terang.

Pegawai gedung anti rasuah ini terus menagih kasus penyerangan novel baswedan ini dan juga beberapa kasus pengancaman serta teror terhadap pimpinan dan pegawai KPK. ( red )

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini