Oh Tuhai,,, Pengadaan Bibit Pisang di Dinas Pertanian Minsel 1.7 Milyar

Oh Tuhai,,, Pengadaan Bibit Pisang di Dinas Pertanian Minsel 1.7 Milyar
Spread the love

AMURANG LIDIK.NET – Tahun 2019 Dinas Pertanian Minahasa Selatan (Minsel) menggelontorkan anggaran  tidak tanggung-tanggung, dengan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) dialokasikan anggaran Rp1,7 miliar.

Disinyalir pengadaan bibit pisang ini bakal senasib dengan program kayu gaharu yang hingga kini lenyap entah kemana.

Kekhawatiran bakal senasib dengan program Gaharu yang menghabiskan anggaran Rp 12 miliar disampaikan ketua Fraksi PDIP di DPRD Minsel, Meyfy Karuh. Ini didasari hingga kini belum diketahui adanya perkebunan pisang berskala luas.

“Kami mendapatkan program-program di Dinas Pertanian yang menimbulkan tanda tanya besar. Terutama pengadaan bibit di APBD 2019, apalagi anggarannya menurut kami luar biasa. Sorotan sekarang ada pada pengadaan bibit pisang dengan anggaran Rp1,7 miliar. Apakah memang benar-benar terealisasi atau bagaimana? Kalau ada berarti harusnya sudah ada hasil sekarang. Jangan-jangan senasib dengan Gaharu yang ‘harumnya’ tidak pernah tercium sedangkan uang negara sudah menguap,” papar Karuh.

Lebih jauh Karuh juga mempertanyakan efektifitas program pengadaan bibit pisang dengan banyaknya tanaman pisang di Minsel. Bukan tidak mungkin menurutnya program bibit pisang hanyalah sebuah program akal-akalan saja. Pada akhirnya tanpa hasil sedangkan uang yang ‘ditanam’ pemerintah tidak bertumbuh. Bisa dihitung berapa besar kerugian negara.

“Kami memang khawatir program ini akan berakhir sama dengan bibit Gaharu yang sekarang sudah tidak diketahui jejaknya. Padahal anggaran yang dikucurkan belasan miliar tanpa terlihat hasil bagi masyarakat. Makanya kami akan menelusuri pengadaan bibit pisang Rp 1,7 miliar. Kalau memang pengadaannya benar berarti paling tidak kita sudah melihat adanya perkebunan pisang di Minsel dengan skala besar,” jelas Karuh.

Kadis Pertanian Franki Pasla ketika dikonfirmasi membantah kalau anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 1,7 miliar. Menurutnya yang benar ‘hanya’ Rp 900 juta. Namun dia tidak dapat menjelaskan mengapa pada buku LKPJ tercantum sebesar Rp 1,7 miliar. Dia juga menyebutkan pengadaan bibit pisang dapat dipertanggungjawabkan.

“Memang pengadaan bibit pisang ada, tapi tidak sebesar Rp 1,7 miliar melainkan Rp 900 juta. Tapi kami bisa mempertanggungjawabkan anggaran tersebut. Kalaupun Pansus akan turun lapangan memeriksa, kami siap sampai dengan data. Soal adanya selisih data anggaran, nanti akan kami cari letak terjadi perbedaan,” tutur Pasla. ( xx)

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini