Operasi Senyap Kapolda Sulut ke Bukit Potolo, Bos PETI Panas Dingin

Operasi Senyap Kapolda Sulut ke Bukit Potolo, Bos PETI Panas Dingin
Spread the love

Kamu di backup Siapa ? 

LIDIK.NET – KOTAMOBAGU – Penertiban PETI kawasan Potolo, Tanoyan, Bolmong yang di pimpin langsung oleh kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa, Selasa (17/3/2020) berlangsung ricuh.

Ratusan warga memblokir jalan umum di desa untuk mencegah petugas yang dipimpin langsung Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa untuk masuk ke lokasi tambang emas ilegal di potolo

sesuai pengamatan lidik.net, sejak pagi ratusan warga sudah berhamburan di jalan raya untuk melakukan blokade jalan.

Sejumlah wartawan yang hendak masuk sempat beroleh intimidasi. bahkna salah satu wartwan kena bogel mentah sejumlah masyarakat

Mereka meneriakkan kalimat perlawanan terhadap upaya penertiban oleh Kapolda Sulut.

Lewat upaya persuasif, akhirnya rombongan Kapolda Sulut dan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow berhasil masuk.

Lumowa kemudian berdialog bersama warga. Lumowa membeber, pihaknya melarang pertambangan dengan alat berat.

“Yang saya lihat adalah di sini pertambangan alat berat,” katanya.

Ia berjanji akan mempolice line alat berat tersebut.

Kepada warga yang mengusahakan pertambangan tradisional, ia mendorong untuk mengurus
izin agar legal.

“Pihak Polda siap memberi tuntunan agar bisa dibuat koperasi atau badan usaha,” katanya.

Mendengar penjelasan Kapolda, suasana mencair.

Senyum diberikan warga kepada Kapolda.

Kepala Desa Tanoyan mengatakan, warga meminta agar aktivitas penambangan tidak ditutup.
“Ini sudah jadi mata pencaharian kami,” katanya.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo mengatakan, Pemkab Bolmong sudah mengusulkan
WPR kepada Pemprov. “Pak Gub sudah setuju,” kata dia.

Yang jadi permasalahan, kata Yasti, adalah warga meminta WPR di wilayah kontrak karya.

Pemkab lantas meminta perusahan menciutkan wilayah kontrak karyanya.

“Persoalannya lagi adalah wilayah yang diciutkan adalah yang kurang kadar emasnya,” kata dia.

Baca juga:   Sebanyak 38 Orang WNI Tergabung dalam Teroris Di Filipina, Brimob Sulut Jaga Pantai Perbatasan Dengan Senjata Lengkap

Menurut Yasti, pertambangan rakyat sangat dilematis.

“Mau ditangkap susah juga karena aparat tak mungkin berada di lokasi terus menerus,” katanya.

Yasti mendukung penertiban tambang emas besar.

Ia menuding mereka sebagai perusak alam yang akan membahayakn kelangsungan hidup masyarakat banyak.

disisi lain warga penambang yang menggantungkan hidupnya di tambang  PETI ini berharap kopolda akan bijaksana dan mampu memberikan solusi agar rakyat bisa bertambang dengan aman dan tentram. ” torang harap pak kapolda bole kase solusi for torang bole batambang ” Pungkas iqbal. ( red)

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini