Pabrik Pengolahan Limbah Beracun Ilegal di police Line Polda Hanya Berdekatan Dengan Rumah Dinas Kapolres Minut

Pabrik Pengolahan Limbah Beracun Ilegal di police Line Polda Hanya Berdekatan Dengan Rumah Dinas Kapolres Minut
Spread the love

MINUT – LIDIK.NET – Hanya Berjarak kurang lebih 1 KM dari markas Polres Minahasa Utara (Minut) usaha PT Sagraha Satya Sawalita (S3) yang bergerak mengelolah limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) terpaksa ditutup oleh Direktrorat Reskrimsus Polda Sulut Subdit Tipiter, pada Jumat (6/3/2020), karena tidak memiliki izin lingkungan hidup atau izin operasi B3 jenis bahan padat, sehingga diisegel menggunakan garis polisi.

Kasubdit Tipiter Ditkrimsus Polda Sulut Kompol Feri Renaldo Sitorus SIK MH menegaskan, usaha PT S3 tidak memikiki izin usaha yang lengkap, sehingga setelah di analisa dan dilakukan gelar perkara awal, terpaksa usaha PT S3 ditutup sementara.

“Izin mereka belum sempurna, yaitu tidak memiliki izin tempat usaha sementara (TPS) sehingga setelah gelar perkara dilakukan kasus ini telah naik penyidikan dan menetapkan satu orang terlapor yaitu pimpinan PT S3 yang berada di Jawa,” tandas Kompol Sitorus.

Sitorus mengatakan, dalam proses lanjut kita akan melengkapi administrasi penyidikan dan memeriksa saksi ahli, kemudian menggelar perkara untuk penetapan tersangka.

“Dari hasil penyidikan di lokasi, ditemukan ada 6000 liter limbah B3 jenis cair sedangkan limbah B3 padat masih berada di gudang,” ujar Sitorus.

Sitorus mengatakan, selama PT S3 ditutup dan di police line PT S3 tidak bisa melakukan aktifitas.

“Ancamana hukuman yang akan dikenakan kepada pemilik usaha yaitu Pasal 102 junto 59 ayat 4 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dengan acaman 3 tahun penjara atau denda Rp 3 Milliar,” ucap Sitorus.

PT Sagraha Satya Sawalita

Sementara itu Kepala Cabang PT S3 Mustofa mengatakan, izin usaha lingkungan hidup B3 untuk jenis cair dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) masih berlaku hingga tahun 2021, sedangkan izin usaha limbah B3 jenis cair telah diurus oleh perusahaan di kantor perizinan dan usaha terpadu satu pintu Provinsi sejak bulan Januari 2020, namun hingga kini izin tersebut belum keluar.

Baca juga:   Bupati Minut VAP Tak Lagi Dihormati, Sejumlah Kepala OPD Tak Hadir di EPRA

“Kami merasa dirugikan atas penyegelan ini karena terpaksa tidak bisa beroperasi, sedangkan kami memiliki 16 karyawan yang memiliki keluarga dan harus menghidupi keluarga mereka, sehingga jika tidak bekerja akan sangat merugikan perusahaan dan karyawan,” kata Mustofa.

Lanjut Mustofa mengklaim usaha limbah B3 dari PT S3 sudah berjalan dan beroperasi sejak tahun 2000an namun baru kali ini ditutup oleh Polda Sulut, sehingga merugikan pihak perusahaan.

“Disekitar kami ini masih ada perusahaan lain yang sama mengelolah B3 dan masih beroperasi dan tidak memiliki izin yang lengkap, bahkan bisa dikatakan tidak berizin, kenapa hanya PT S3 yang ditutup,” ujar Mustofa mempertayakan penyegelan dan pemasangan garis polisi tersebut.

Mustofa menambahkan, limbah B3 yang dikelolah PT S3 hanya sebagai transporter atau penyedia jasa angkutan, dimana bahan berbahaya beracun (B3) didapat dari sejumlah perusahaan tambang di Kabupaten Minut serta PLN, dan hasil B3 tersebut kemudian dikumpulkan dan dikirim ke pulau Jawa untuk diserahkan kepada perushaan yang akan mengelokah limbah B3 itu.

Perlu diketahui bahwa PT S3 yang terletak di jalan Trans Lembean Minut, dan hanya berdekatan dengan rumah Dinas Kapolres Minut atau sekitar 300 meter setelah jembatan by pas jalan Tol Manado Bitung. Mana bisa kapolresnya ga tau adanya pabrik tersebut atau jangan jangan pura pura ga tau. (Red)

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini