Simpan Barang Bukti 17 Ekor Ayam Dirumahnya, Akp Aswar Akan Di Sidang Displin

Simpan Barang Bukti 17 Ekor Ayam Dirumahnya, Akp Aswar Akan Di Sidang Displin
Spread the love

LIDIK.NET – Manado, Pengusutan dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Katim Resmob Polda Sulut AKP M Aswar Mur pasca penggerebekan judi sabung ayam di Desa Pineleng, Kabupaten Minahasa dipastikan akan terus berlanjut hingga ke tahap persidangan.

Pasalnya, Propam Polda Sulut kini tengah merampungkan proses penyelidikan dan pemberkasan terkait dugaan pelanggaran disiplin tersebut. Hal itu diterangkan Kabid Propam Polda Sulut Kombes Pol Dheny Dariady, Senin (20/1).
“Masih dilakukan (proses penyelidikan),” kata Kabid Propam didampingi Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Dia pun menerangkan, pihaknya telah menyerahkan laporan hasil pemeriksaan kepada Kapolda Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto. Jika laporan hasil penyelidikan sudah ditandatangani, pihaknya akan langsung menggelar sidang kode etik dan disiplin terhadap Aswar.
“Masih tunggu LHP (ditandatangani) beliau (Kapolda), kalau sudah keluar kita sidang,” lanjutnya sembari menambahkan, majelis sidang yang nantinya akan memutuskan salah tidaknya tindakan Aswar pasca penggerebekan judi sabung ayam.
Diketahui, penggerebekan judi sabung ayam di Desa Pineleng, Kabupaten Minahasa yang sempat viral di media sosial facebook berlangsung Sabtu (28/12/2019).
Dalam penggerebekan tersebut, Tim Resmob Polda Sulut di bawah pimpinan AKP M Aswar Mur diduga hanya mengamankan barang bukti ayam saja, sedangkan para pemain dan pemilik tempat tak berhasil digelandang.
Mirisnya lagi, belasan ekor ayam yang diamankan di Desa Pineleng, tidak dibawa ke Mapolda Sulut. Dari informasi, 17 ekor ayam sabung yang diamankan dibawa ke rumah Katim Resmob di bilangan Kampung Jawa, Karombasan Manado.
Kapolda Sulut Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto yang mendengar kabar itu langsung geram. Dia langsung memerintahkan Propam untuk melakukan penyelidikan.
Selain menginstruksikan Propam memeriksa dugaan pelanggaran Aswar, Polda Sulut juga membentuk tim untuk mencari pengunggah video menangkapan. Pasalnya, pasca viral, video tersebut telah dihapus.
Sementara itu, Aswar dalam keterangannya menerangkan, belasan ekor barang bukti ayam dibawa di kediamannya, karena Polda Sulut tidak memiliki tempat penyimpangan barang bukti ayam, baik itu di ruang tahan dan barang bukti (Tahti) maupun di Reskrim.
“Untuk barang bukti, saya harus luruskan adalah, kenapa barang bukti yang ada info mengatakan berada di rumah saya, atau di rumah AKP Aswar, dan AKP Aswar itu saya. Yang pertama tempat penyimpanan barang bukti di Polda, di Tahti itu tidak ada, di Reskrim pun tidak ada, sehingga jika saya taru di Polda, siapa yang bisa memastikan bahwa barang bukti itu akan lengkap?. Tidak ada yang bisa memastikan. Namun, jika memang harus ada yang minta untuk datangkan barang bukti, maka saya bisa pastikan 100 persen datangkan barang bukti di Polda dengan keadaan lengkap,” sebutnya, Senin (30/12/19).
Lebih lanjut, dia mengungkap, penggerebekan itu dilakukan begitu pihaknya menerima informasi dari masyarakat.
“Saya akan luruskan soal yang saya baca di FB dan media online mengenai proses penangkapannya. Saya cuma meluruskan di sini bahwa proses penangkapannya kita dapat melalui masyarakat. Bahwa ada sabung ayam besar di daerah Pineleng, kemudian setelah mendapat beberapa info, kita croscek, kita liat banyak kendaraan, kemudian kita datang liat memang betul ada sabung ayam,” paparnya.
Hanya saja, waktu pihaknya melakukan penggerebekan, pemain keburu melarikan diri. Masyarakat yang kabur kemudian, melempar pihaknya dengan menggunakan batu. Spontan, mereka membakar kios dan mengempeskan ban kendaraan di lokasi.
“Saat melihat kita, para pemain sudah kabur semua, sehingga untuk wasit ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami sudah mengantongi nama, terus untuk pemilik lahan, tempat, juga sudah kami kantongi,” tutur mantan Kasat Reskrim Polres Kotamobagu itu sembari menambahkan kalau barang bukti Felt, Jam, lampu berada di Mapolda.

Baca juga:   Jaksa KPK Putar Rekaman Johanis Marlien & Anang, Terungkap Setya Novanto Terima Uang Korupsi E-Ktp

sementara pihak saksi mengungkapkan apa yang di klarifikasi AkP Aswar Nur tersebut tidak benar  bahwa ada penyerangan warga menggunakan batu terhadap tim yang di pimpinya selain itu Akp Aswar berbohong terkait lokasi penggebrekan bukan di pineleng melainkan di perkamil. kami sebagai masyarakat memahami akan tugasnya menangkap sabung ayam karena terindikasi judi namun yang kami keberatan adalah pengrusakan  sejumlah motor dan mobil yang semua ban nya di kempesin, kalau mau buat efek jera silahkan saja tapi bukan dengan cara merusak barang orang lain itu bukan tindakan kepolisian tetapi terkesan tindakan gerombolan bersenjata. (**)

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini