Ternyata Begini Kronologisnya Bule Australia Membunuh Polisi Di Bali

Ternyata Begini Kronologisnya Bule Australia Membunuh Polisi Di Bali
Spread the love

images (8)

 

BALI – Jenasah Aipda Wayan Sudarsa, anggota Satlantas Polsek Kuta yang terbunuh di Pantai Kuta, Rabu (17/8/2016), ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan bersimbang darah.

Belakangan diketahui sepasang bule yang menjalin asmara, Sara Connor, WNA Australia dan David Taylor, WNA Inggris sebagai terduga pelaku pembunuhannya.

Tim kedokteran forensik RSUP Sanglah, Denpasar yang melakukan otopsi pada jenazah Aipda Wayan Sudarsa pun menguak hasil mengejutkan. Ternyata, kepala anggota polisi itu pecah akibat dipukul dengan benda tumpul hingga lebih dari 17 kali!

Akibat pukulan brutal itu, kepala korban langsung mengalami pembengkakan otak yang kemudian menekan pusat pernafasannya.

“Saya belum bisa memastikan jenis bendanya. Namun sudah pasti itu berasal dari kekerasan benda tumpul,” ujar Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, Denpasar, dr Dudut Rustyadi.

Selain luka pukulan benda tumpul di kepala, pihaknya juga menemukan puluhan luka di sekujur tubuh dengan total 42 titik.

Luka-luka itu terdiri dari luka robek, luka memar, luka lecet yang tersebar di daerah wajah, kepala dan tangan korban.

Melihat banyaknya luka yang ditemukan, Dudut memperkirakan jika pelaku yang menyerang korban berjumlah lebih lebih dari satu orang.

“Kalau dilihat dari gambaran luka di tangan kanan dan kirinya, korban sempat melakukan perlawanan. Dan pelakunya pasti lebih dari satu orang. Sebab, lukanya saja sebanyak itu. Dikuatkan lagi dengan ditemukannya bekas cengkraman tangan juga,” ujar dr Dudut.

Saat disinggung apakah korban sempat mengonsumsi minuman beralkohol, dr Dudut menjawab, pihaknya masih melakukan uji laboratorium untuk mengetahui hal tersebut.

“Belum bisa dipastikan. Kami masih melakukan pemeriksaan toksikologi,”

Sementara itu, dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Bali (grup pojoksatu.id) di Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah tampak dipenuhi oleh keluarga besar Aipda Sudarsa.

Baca juga:   Baku Hantam Warnai Munaslub BALI

Terlihat juga beberapa petugas gabungan dari Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Barat. Saat wartawan Jawa Pos Radar Bali mencoba untuk mewawancarai Ni Ketut Arsini, 54, istri korban, dirinya enggan untuk membuka suara, dan memilih untuk pergi.

Sekitar pukul 12.40, jenazah Aipda Sudarsa akhirnya dipulangkan ke rumah duka dengan mobil ambulans milik RS Bhayangkara Kota Denpasar.

(pojok 1)

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini