Terungkap di Persidangan 3 Oknum TNI Jual Amunisi ke Kelompok Separatis Papua, 200 Ribu/Butir

Terungkap di Persidangan 3 Oknum TNI Jual Amunisi ke Kelompok Separatis Papua, 200 Ribu/Butir
Spread the love

PAPUA – LIDIK.NET –  Awal tahun baru 2020 terjadi kintak senjata Kelompok bersenjata papua dengan pasukan brigade mobil , kelompok bersenjata separatis papua tersebut ternyata sering mendapatkan pasokan amunisi dengan cara membeli dari oknum oknum anggota TNI,  tapi syukurlah transaksi jual beli amunisi tersebut dapat di ungkap oleh tim pengamanan TNI Polri.

Ketiga terdakwa kasus penjualan amunisi, Jefri Albinus Bees (23) dituntut hukuman penjara selama enam tahun. Sementara dua rekannya Bily Grahaem Devis Palandi (25) dan Befly Arthur Fernandito (24) masing-masing dituntut hukuman penjara selama lima tahun.

Ketiga terdakwa tersebut mengakui bahwa Mereka mendapatkan dari oknum anggota TNI, yang kini diadili di Pengadilan Militer.

Sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (8/1/2020), sidang digelar di PN Timika dan dipimpin hakim tunggal Fransiskus Yohanes Baptista. Sementara para terdakwa tidak didampingi oleh kuasa hukumnya.

JPU Habibie Anwar menyebut berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan, para terdakwa bersalah telah menyimpan, menguasai dan memperdagangkan amunisi (peluru senjata api) yang bukan merupakan kewenangannya. Perbuatan mana memenuhi unsur Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Begini kronologis pengungkapan transaksi juak beli amunisi oleh kelompok bersenjata Papua.

Kasus perdagangan amunisi tersebut terungkap oleh Tim Khusus gabungan TNI dan Polri pada Kamis (25/7/2019) di Jalan Budi Utomo, Timika.

Saat itu, aparat membekuk terdakwa Bily dan Befly saat mengendarai sebuah mobil di pertigaan Jalan Budi Utomo-Jalan Cenderawasih, dekat Diana Supermarket Timika.

Dari dalam mobil sewa yang ditumpangi Bily dan Befly ditemukan 600 butir amunisi.

Keduanya mengaku mendapatkan barang tersebut dari Jefry. Terdakwa Jefri kemudian ditangkap di rumah kostnya di Timika. Jefri mengaku barang tersebut didapatkan dari oknum anggota.

Baca juga:   Hanya satu jenderal Yang Dapat Menghentikan Pembunuhan Orang Orang Rohingya

Dalam persidangan terungkap ada tiga oknum anggota yang menjadi pemasok amunisi kepada ketiga terdakwa untuk dijual kepada jaringan kelompok separatis di pedalaman Papua. Ketiga oknum anggota tersebut yaitu M, H dan O sudah menjalani persidangan di Pengadilan Militer III/19 Jayapura.

“Pengakuan saudara Jefri sudah tiga kali melakukan transaksi penjualan amunisi dengan orang yang berbeda dan jangka waktunya juga berbeda. Total amunisi yang sudah dia jual sekitar 1.200-an butir. Sedangkan saudara Bily dan Befly mengaku sudah menjual amunisi sekitar 1.300-an butir,” tutur JPU Habibie menjelaskan.

Ketiga terdakwa tersebut berani mengambil risiko untuk melakukan perbuatan terlarang itu dikarenakan tergiur dengan keuntungan yang sangat besar. Harga jual amunisi per butir di pasaran sebesar Rp 200 ribu.

“Andaikata tidak terjadi penangkapan oleh aparat terhadap mereka, maka keuntungan yang mereka dapatkan dari penjualan amunisi ini sekitar Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. Sedangkan harga penawaran magazen (tempat penyimpanan amunisi) sekitar Rp 5 juta. Saat penggerebekan di rumah kos Jefri ditemukan dua buah magazen warna hitam,” ujar JPU Habibie.

Hakim PN Timika Fransiskus Yohanes Baptista menunda persidangan selama satu pekan untuk memberikan kesempatan kepada para terdakwa menyampaikan pledoi atau pembelaan. (red)

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini