Terungkap Setoran Bos bos PETI ke Dirsus Polda Sulut 125 Juta / Bulan. Benarkah ?

Terungkap Setoran Bos bos PETI ke Dirsus Polda Sulut 125 Juta / Bulan. Benarkah ?
Spread the love

MANADO – LIDIK.NET – Ketegasan Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa menertibkan dan menegakan hukum pelaku PETI yang menggunakan Alat berat/ eksavator layak diacungi jempol.

Tak tanggung tanggung dua bos PETI di Polres Kotamobagu ditahan pasca penertiban beberapa waktu yang lalu.

Sayangnya, pasca di tahannya dua bos PETI di polres kota kotamobagu, terkuak hal menarik tentang adanya setoran bulanan yang kabarnya diberikan ke oknum oknum pejabat di Dirkrimsus Polda Sulut. semua ini terungkap karena grand strategi Kapolda yang serius menertibkan PETI yang di lakoni oleh cukong cukong berduit di lokasi potolo tanoyan selatan.

Terinformasi, salah satu pengusaha tambang ilegal di sulawesi utara mengungkap bahwa adanya setoran pengusaha tambang ilegal mereka ke Direktur Kriminal Khusus Polda Sulut.
“Saat ini kami bingung, sebelum beraktifitas kami sudah berkordinasi dengan krimsus dan kami di wajibkan menyetor yuran bulanan sebesar 125 juta perbulan dan itu kami serahkan langsung ke dirsus melalui kasubdit tipiter. ada rekamannya di saya, “tukas sumber.

Dikatakan oeh sumber (Gus) , “alasan saya merekam agar saya tidak di salahkan jangan sampai saya sudah setor tiba tiba di bilang belum setor, ini kan repot nanti,”ungkap sumber.

Tak hanya Gus, Seni juga ternyata sama, menyetor ke dirsus setiap bulan 150 juta.
” torang samua ada iuran, tiap bulan torang ba stor trus kenapa kami ini di tahan, kalau begitu periksa juga pak dir dan Kasubdit Tipiternya karena mereka menerima setoran, ” tegas seni.

Sesuai rekaman suara yang di kirimkan oleh sumber ke redaksi lidik.net bahwa oknum pengusaha ini sesuai arahan Dirsus mendatangi Polda Sulut untuk membawa uang setoran bulanan, namun karena Dirsusnya sedang berada di rutan, maka di perintahkan ketemu dengan AKBP FS selaku Kasubdit Tipiter yang merupakan Anak buah langsung Dirsus.

Dalam rekaman tersebut sangat jelas terkait tempat pertemuannya di tunggu di depan polda dan juga nominal uang yang di bawa oleh pengusaha ini sebagai setoran ke Dirsus melalui Kasubdit tipiternya.

Menyikapi pengakuan dari dua sumber diatas, Hendra Jacob angkat bicara, “Paminal mabes Polri harus turun menyelidiki benar tidaknya terjadi peristiwa suap oleh para pengusaha PETI kepada Dirsus Kombes Y melalui kasubdit Tipiter Akbp FS,”tukas HJ

Lanjut menurut HJ, Tim investigasi internal dari paminal mabes polri harus turun sebab itu domain mereka karena ada keterlibatan pejabat Polda yang berpangkat Kombes.
“Periksa saksi saksi termasuk si pemberi agar kasus suap pejabat yang diduga menerima setoran dari bos bos PETI ini bisa terungkap jelas dan mereka harus di proses hukum, selain pidana ini juga masalah etik profesi sebagai anggota polri, “tegas HJ.

Di bagian akhir Hendra Jacob, mengatakan sebagai mantan polisi yang di berhentikan tidak dengan hormat karena kasus BNI GATE, dirinya bersedia membantu tim paminal untuk memberikan bukti bukti petunjuk adanya setoran dari sejumlah pengusaha terhadap oknum DIRSUS melalui Kasubdit Tipiter AKBP FS. agar mereka juga bisa di proses.
“Apa yang mereka lakukan jelas jelas melanggar sumpah dan janji dan juga merupakan pelanggaran kode etik profesi Polri, mereka wajib juga di proses hukum baik secara hukum pidana maupun internal. “tandas pria yang kerap menamai dirinya tome tome ini.

(Redaksi)

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli

LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini