Prof DR Sutan Nasomal : Ini Bencana Nasional. Masyarakat Indonesia Meminta Bantuan PBB dan Negara Manapun Menghentikan Kebakaran Hutan

REDAKSI MEDIA

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:21 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,24-10-2026, Protes Masyarakat dari kebakaran hutan di banyak tempat yang mengancam kesehatan dan nyawa masyarakat karena sudah lebih 5 bulan tidak juga bisa di atasi oleh Pemerintah Daerah dan Pusat.

Sesak nafas akibat asap mengganggu nafas penduduk dewasa dan anak anak. Api yang telah mendekati rumah penduduk di Kal-Sel Barito Kuala adalah salah satu peristiwa yang jelas mengancam nyawa manusia harta benda dan apa saja yang di miliki masyarakat.

Permintaan bantuan PBB dan Negara Manapun di sampaikan masyarakat karena sangat takutnya kobaran api menghancurkan wilayah penduduk dan menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH juga mengatakan hal yang sama agar secepatnya bantuan diturunkan dari PBB dan Negara Manapun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia masih mengalami musim kemarau dampak El Nino yang akan mengancam kebakaran di banyak tempat. Situasi seperti ini tiap menit banyak lahan menjadi sumber api dan menghancurkan perkebunan dan hutan. Juga mendekati perumahan masyarakat.

Perlu teknologi tinggi untuk menghentikan kebakaran hutan saat ini yang di miliki oleh negara negara maju. Juga perlu diperhatikan dampak kebakaran akan menyisakan kehancuran atau kemiskinan di masyarakat. Maka perlu di hadirkan team kesehatan International dan ketersediaan obat serta makanan.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menghimbau pihak pihak pemangku pemerintahan agar membuka pintu agar hadir bantuan dari International. Ada ratusan ribu satwa yang perlu di selamatkan agar tidak mati hangus terbakar.

Kebakaran Hutan Tercatat belum padam
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas lahan yang belum padam paling besar, yakni 389,39 ha dari total target penanganan 452,49 ha. Sementara itu, di Sumatera Selatan, masih terdapat 108,50 ha lahan yang belum padam dari total 401,67 ha.

Di Jambi, lahan yang masih dalam proses pemadaman dan pendinginan mencapai 64,50 ha dari total 96,50 ha. Adapun di Kalimantan Selatan, masih tersisa 7,50 ha dari target penanganan 58,45 ha.

Sementara itu, di Kalimantan Barat, luas lahan yang belum padam tersisa 0,19 ha dari total 11,92 ha. Adapun seluruh lahan terdampak karhutla seluas 3,30 ha di Riau dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Di Jawa Tengah, kebakaran melanda kawasan lereng terjal dan curam di Kabupaten Karanganyar dengan luas sekitar 230 ha. Penanganan di lokasi tersebut terkendala angin besar yang berubah-ubah.

Karhutla juga tercatat di Maluku Utara dengan luas sekitar 179,13 ha, Kalimantan Timur dan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar 97,77 ha, serta Taman Nasional Way Kambas di Lampung seluas 31 ha.

Di Sulawesi Barat, kebakaran di Kabupaten Mamuju mencapai sekitar 20 ha. Separuh dari luas tersebut telah dipadamkan, sementara sekitar 10 ha di Desa Buana Sakti, Kecamatan Tommo, masih dalam penanganan.

Adapun di Sulawesi Utara, kebakaran di Kabupaten Minahasa Utara mencapai sekitar 5 ha. Kebakaran di TPA Sumompo, Manado, seluas sekitar 3 ha juga masih menyisakan 1 ha yang belum padam.

Kebakaran turut dilaporkan terjadi di TPA Pasir Bajing, Garut, Jawa Barat, seluas sekitar 4 ha dan Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sekitar 3 ha.

Semoga kebijaksanaan Pemerintah Daerah dan Pusat dapat memberikan izin agar Negara Negara sahabat dapat membantu situasi yang sangat berbahaya dampak kebakaran hutan di sumatera Kalimantan Jawa dan daerah lainnya.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) Assotion Of Young Indonesian Advocates Rektor UBNB Rektor STIA STIH STIK Pronass.

Berita Terkait

Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil dalam Momentum Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Berjalan DamaiAksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil dalam Momentum Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Berjalan Damai
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
Prof Dr Sutan Nasomal Menghimbau Lahan Gambut Saatnya Dijadikan Pertanian Perkebunan Bukan Dibakar Ironis!!!
Kalapas Cibinong Dinonaktifkan, Menteri Imipas Mendapatkan Apresiasi : Bukti Nyata Ketegasan Menteri Imipas
Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange
Didukung Sejumlah Tokoh, PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Tegaskan Komitmen Bangun Organisasi Modern dan Berkontribusi
Pakar Hukum Internasional, Prof Sutan Nasomal Menyakini Menkeu Baru RI Mampu Mengalahkan Dollar Selamat Menkeu Baru!!

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Donor Darah Dalam Rangka Menyambut Hut Korps Brimob Polri Ke-81

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Berawal dari Informasi Masyarakat, Polisi Amankan Dua Pria Terkait Sabu di Gayo Lues

Selasa, 22 September 2026 - 11:21 WIB

Hasil Pemeriksaan Dokter RSU MAK, Ungkap Penyebab Kematian RD

Senin, 21 September 2026 - 16:20 WIB

Polres Gayo Lues Musnahkan 53 Ribu Batang Ganja di Pegunungan Pining

Jumat, 18 September 2026 - 08:49 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Bakti Sosial Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Berita Terbaru