BANDUNG | Proyek revitalisasi dari pemerintah pusat yang berasal dari APBN untuk Tahap 2 di Kabupaten Bandung telah mulai berjalan sejak beberapa waktu lalu. Salah satu Sekolah Dasar penerima anggaran Revitalisasi yaitu SDN Andir 1 di wilayah Kabupaten Bandung.
Namun sayang Panitia P2SP bersikap arogan seperti preman ketua media melakukan kunjungan ke sekolah. Orang berinisial Ag tersebut mengaku sebagai Ketua Komite yang juga Ketua P2SP tapi berkelakuan seperti preman.
” Saya sudah mendapatkan arahan dari Pak Kasie Sapras bahwa akan ada banyak media dan LSM yang berkunjung ke sekolah penerima Revitalisasi jadi harus hati2″ ujar Ag dengan nada tinggi.
Sikapnya seolah tidak suka ada media yang melakukan pekerjaannya sebagai sosial kontrol.
Awalnya Ag menegur wartawan karena tidak memakai APD saat masuk ke lokasi pembangunan. Sedangkan ketika wartawan mau masuk ke Direksi Kit, yang terletak di ujung sekolah, tidak ada siapa2 disana. Dan di lokasi, beberapa pekerjapun tidak menggunakan APD dengan benar. Sedangkan spanduk mengenai penggunaan APD dipampang di lokasi.

Sikap arogan Ag, membuat wartawan ikut kesal. Akhirnya dia mempertemukan media dengan Kepala Sekolah yang jabatannya PLT. Namun sikap Bu KS seolah dingin2 saja alias seperti takut oleh Ag.
Sangat disayangkan, arogansi Ketua Komite ini mengatas namakan Kasie Sapras Disdik Kabupaten Bandung. Sementara Kasie Sapras ketika di hubungi oleh media, tidak memberikan respon. Sementara, wartawan dilindungi oleh Undang undang dan barangsiapa menghambat maka akan dikenai pidana. Dan untuk pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah, masyarakat berhak tahu, hal tersebut termuat dalam UU Keterbukaan Informasi Publik.



















